Jumat, 12 Desember 2014

cara asah otak bagi remaja pelupa

Merencanakan liburan panjang sebagai hadiah dari hari-hari melelahkan di kantor bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menentukan destinasi wisata, menghitung anggaran yang akan dikeluarkan, serta memperkirakan oleh-oleh yang akan dibawa pulang. Namun perlu Anda ketahui, memikirkan hal-hal tersebut justru bisa memicu stres lho. Elaine Rodino, psikologis dari State College, Pennsylvania mengatakan, "Sangat penting bagi semua orang untuk tahu kalau musim liburan juga memicu stres." Dikutip dari Health.com, ini beberapa tips menghindari stres saat musim liburan tiba. Turunkan ekspektasi Liburan yang berjalan sesuai rencana pasti akan terasa menyenangkan. Namun bagaimana jika takdir berkata lain? Misalnya harus batal karena kantor mendadak mengirim Anda meeting ke luar negeri? Jangan kecewakan diri Anda karena terlalu berekspektasi tinggi terhadap liburan. "Liburan jangan terlalu dipikirka, karena itu bisa membuat kita kurang bersemangat saat menjalaninya," saran Shilagh Mirgain, PhD, psikolog dari University of Winsconstin. Batasi anggaran Liburan yang menyenangkan terkadang akan memaksa Anda merogoh kocek lebih dalam. Terlebih jika ada biaya-biaya tak terduga yang bisa keluar kapan saja. Hal tersebut tentunya menuntut adanya pengaturan yang dibutuhkan, agar liburan tak kuras habis pengeluaran. "Tetapkan anggaran dan jangan habiskan lebih," kata Carol Goldberg, PhD, psikolog dari New York. Cermati buah tangan Membeli oleh-oleh sepulang liburan biasa dilakukan kebanyakan orang. Membawa pulang makanan khas, cendera mata, dan kenang-kenangan bisa buat teman dan tetangga terkesan. Namun berhati-hatilah, stres bisa datang ketika buah tangan yang Anda beli tak sesuai anggaran. "Carilah buah tangan yang cocok untuk orang terdekat saja. Harga murah tak masalah, yang penting berkesan untuk mereka," ujar Goldberg. Batasi agenda Selain bepergian ke tempat wisata, musim liburan bisa diisi dengan mengadakan sebuah pesta dengan keluarga, teman kantor, dan tetangga. Namun apa jadinya jika semua tamu undangan datang bersama-sama? Pusing juga kan. Hindari risiko tersebut dengan cara menyusun daftar undangan secara bergantian. Karena jika tidak, liburan Anda dapat terganggu padatnya acara. Hargai kebersamaan keluarga Menikmati liburan yang sesungguhnya dapat dilakukan di rumah. Cukup habiskan waktu di ruang televisi bersama seluruh anggota keluarga. Kualitas liburan akan semakin terjaga tanpa adanya gangguan stres menyapa. Berada dikelilingi keluarga tercinta, bercanda tawa, serta bersantai bersama bisa membuat hari libur Anda berbeda dari biasanya.

5 cara usir stres saat liburan

Merencanakan liburan panjang sebagai hadiah dari hari-hari melelahkan di kantor bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menentukan destinasi wisata, menghitung anggaran yang akan dikeluarkan, serta memperkirakan oleh-oleh yang akan dibawa pulang. Namun perlu Anda ketahui, memikirkan hal-hal tersebut justru bisa memicu stres lho. Elaine Rodino, psikologis dari State College, Pennsylvania mengatakan, "Sangat penting bagi semua orang untuk tahu kalau musim liburan juga memicu stres." Dikutip dari Health.com, ini beberapa tips menghindari stres saat musim liburan tiba. Turunkan ekspektasi Liburan yang berjalan sesuai rencana pasti akan terasa menyenangkan. Namun bagaimana jika takdir berkata lain? Misalnya harus batal karena kantor mendadak mengirim Anda meeting ke luar negeri? Jangan kecewakan diri Anda karena terlalu berekspektasi tinggi terhadap liburan. "Liburan jangan terlalu dipikirka, karena itu bisa membuat kita kurang bersemangat saat menjalaninya," saran Shilagh Mirgain, PhD, psikolog dari University of Winsconstin. Batasi anggaran Liburan yang menyenangkan terkadang akan memaksa Anda merogoh kocek lebih dalam. Terlebih jika ada biaya-biaya tak terduga yang bisa keluar kapan saja. Hal tersebut tentunya menuntut adanya pengaturan yang dibutuhkan, agar liburan tak kuras habis pengeluaran. "Tetapkan anggaran dan jangan habiskan lebih," kata Carol Goldberg, PhD, psikolog dari New York. Cermati buah tangan Membeli oleh-oleh sepulang liburan biasa dilakukan kebanyakan orang. Membawa pulang makanan khas, cendera mata, dan kenang-kenangan bisa buat teman dan tetangga terkesan. Namun berhati-hatilah, stres bisa datang ketika buah tangan yang Anda beli tak sesuai anggaran. "Carilah buah tangan yang cocok untuk orang terdekat saja. Harga murah tak masalah, yang penting berkesan untuk mereka," ujar Goldberg. Batasi agenda Selain bepergian ke tempat wisata, musim liburan bisa diisi dengan mengadakan sebuah pesta dengan keluarga, teman kantor, dan tetangga. Namun apa jadinya jika semua tamu undangan datang bersama-sama? Pusing juga kan. Hindari risiko tersebut dengan cara menyusun daftar undangan secara bergantian. Karena jika tidak, liburan Anda dapat terganggu padatnya acara. Hargai kebersamaan keluarga Menikmati liburan yang sesungguhnya dapat dilakukan di rumah. Cukup habiskan waktu di ruang televisi bersama seluruh anggota keluarga. Kualitas liburan akan semakin terjaga tanpa adanya gangguan stres menyapa. Berada dikelilingi keluarga tercinta, bercanda tawa, serta bersantai bersama bisa membuat hari libur Anda berbeda dari biasanya.

travelling

Mendengar kata hiu, mungkin yang ada dibenak Anda hanyalah ikan buas yang doyan memangsa manusia. Hal ini, tampaknya tidak berlaku di Pulau Fiji-- sebuah negara kepulauan di sleatan Samudra Pasifik. Di kepulauan ini, ribuan hiu tinggal. Namun, sayang karena marak penangkapan hiu ilegal, populasi ikan buas ini berkurang. Tapi, jika Anda bernyali besar, cobalah berenang bersama kumpulan hiu di pulau ini. Seperti dilansir TripAdvisor, saat ini, hanya tersisa beberapa ratus ekor hiu yang mendiami laut di Pulau Fiji. Dan, pengelola akan terus menjaga populasi ikan ini. Ada beberepa jenis hiu di Pulau Fiji, seperti Thresher Shark, Blacktip Reef Shark, Tawny Nurse Shark, jika Anda mengamati secara seksama, hiu bisa dikatakan sahabat manusia jika kita tidak mengganggu keberadaanya. Namun, ada yang dianggap membahayakan seperti Hiu Banteng dan Hiu Harimau, yang kerap kali menyerang manusia. Tak sedikit wisatawan yang datang dan mencoba berenang bersama sekumpulan hiu dan berisnteraksi langsung. Awalnya mungkin merasa ketakutan, tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Meski hiu memiliki insting akan selalu melindungi habitatnya, tetapi pengelola di tempat tersebut, selalu memberikan peringatan kepada pengunjung, agar selalu berhati-hati. Ingin coba tantangan ini? (asp)

kebiasaan jorok yg banyak dilakukan orang

– Menjaga kebersihan merupakan hal yang penting yang berdampak lansung pada kesehatan tubuh. Namun ternyata, masih banyak orang yang menyepelekan kebersihan dan lebih menyenangi beberapa kebiasaan jorok yang bisa menimbulkan penyakit. Untuk itu, seperti dilansir laman Intelligence For Your Life, Mark Leyner dan dr. Billy Goldberg melakukan survei kepada 1.000 orang yang mereka tanyakan mengenai kebiasaan terjorok yang biasa mereka lakukan. Kesimpulan dari survei yang dilakukan untuk melengkapi buku Let’s Play Doctor buatannya ini membeberkan tiga kebiasaan jorok yang paling sering dilakukan. Kebiasaan jorok tersebut di antaranya: Jarang mengganti pakaian dalam Data survei menyebutkan bahwa 40 persen peserta mengaku jarang mengganti pakaian dalam. Selain dinilai menjijikkan, pemakaian pakaian dalam yang terus-menerus tanpa diganti ini dapat mendatangkan 100 juta bakteri E.coli. Hal ini tentunya bisa memicu berbagai macam penyakit bagi tubuh. Upayakanlah untuk selalu menggunakan pakaian yang bersih, tak terkecuali pakaian dalam Anda. Karena ini menyangkut kesehatan organ vital yang ada di tubuh. Jika lalai, bisa saja organ vital Anda tercemar oleh kuman dan bekteri yang bisa menimbulkan penyakit. Mengabaikan sikat gigi di malam hari Kepedulian dan kesadaran untuk menggosok gigi dan berkumur ternyata belum dimiliki semua orang. Buktinya, hasil survei hanya menunjukkan angka 57 persen untuk orang yang rutin membersihkan gigi setiap malam. Itu berarti, sebanyak 43 persen sisanya jarang dan bahkan tidak pernah melakukannya. Faktanya, menggosok gigi dan berkumur sebelum tidur membantu Anda membersihkan plak dan kotoran yang menempel di gigi seharian, hal tersebut dapat melindungi Anda dari plak dan bakteri yang merusak gigi. Jarang mandi Kebiasaan jorok lainnya yang sering dilakukan ialah jarang membersihkan badan. Angka peserta yang tidak melakukannya mencapai 30 persen. Walaupun tidak terlalu membahayakan, tapi jarang membersihkan badan atau tak pernah mandi bisa memungkinkan keringat yang merupakan sisa sistem metabolisme tubuh menempel pada kulit dan nantinya akan berkembang menjadi bakteri yang bisa menyebabkan bau badan.